Cinta itu Emang buta.. karena cinta aku
menyayanginya, mencintainya lebih dari apapun.. Tapi cinta itu punya mata yaitu
Mata Hati.. karena aku melihat
ketulusan & kejujuran dari sikapnya juga dari hatinya.. Cinta akan lebih
indah bila kita saling percaya &
saling setia.. dengan menerima kekurangan yang kita miliki..
Tapi karena cinta aku jadi tau yang namanya
bahagia, sedih, marah, kesel,menangis, bahkan sakit hati karena cinta. Cinta
bisa di rasakan sama semua orang. Termasuk aku yang sangat mencintainya. Aku
tidak perduli dengan kekurangnya, dan aku tidak perduli sama orang2 yang tidak
menyukai hubunganku dengannya. Jika mereka mengejek ku, menghinaku, mempertawa
kan aku dengannya, aku juga ikut tertawa, karena bagiku mereka hanya mengejek
dan menghina diri mereka sendiri. Tapi jika mereka menghina pacarku, akan aku pukul perutnya. Karena aku tidak terima
jika mereka menghina pacarku. apa kah belum puas jika mereka sudah menghinaku
terus2an. Aku tidak mau orang yang aku sayang merasakan kesengsaraan atau pun
pahit kehidupan. Sudah cukup aku saja, aku gak mau orang yang aku sayang
sepertiku. Aku ingin menangis.. dan sekarang aku pun menangis, kenapa hidup ini
sangat gelap bagiku. Aku ngerasa hadir di dunia ini merasa jadi bahan tertawa’n
mereka. Awalnya aku juga ikut tertawa. Tapi pas mereka ikut menghina pacarku.
hati ini sangat tidak terima. Entah kenapa aku mulai hati ini sakit. Aku pengen
seperti anak kota, biar aku tidak kenal sama mereka2 yang jahat. Sangat jahat..
kamu pernah bilang gini kan “ya sudah jangan di ladenin, anggap semua itu
hiburan” aku tersenyum dan jawab “iya pade”. Mungkin sekarang aku bisa tenang,
tapi esokan harinya mulai lagi. Bahkan saat pacarku pergi sehabis ke kelasku, si agung namanya yang jahat itu datang keluar dari dalam kelas dan
menghina dia. aku memang tidak ladenin tapi tangan aku memukul tidak keras ke
kepala si jahat, lalu tu anak diam begitu juga aku ikut diam. Tapi dalam diam
ku terus memikirkan kapan semua ini berakhir. Mereka tidak tau kalau pacarku
hebat, hebat bisa selalu jujur gak seperti mereka, hebat selalu tidak makan
demi ngumpulin uang buat jalan2ku sama dia dan juga gak seperti mereka, hebat
selalu bisa manjain aku, padahal dia jarang di kasih uang. Kata sahabatnya dia
kalau malam sering ngamen di kota hanya ingin nyari uang buat aku. Aku memang
tidak tau benar atau salah. Tapi aku yakin dia selalu jujur dan aku sangat
percaya padanya. Karena dia memang hebat dan sangat hebat. Tidak seperti kalian
yang selalu minta sama orang tua dan uang nya hanya buat kesenangan sendiri.
Aku sangat bahagia dengan adanya dia untukku. Dia sangat perhatian padaku,
ngerti’n aku, dan juga manjain aku. Karena dia tau kalau aku belum ngerasaan
itu semuanya. Bahkan dari orang tuaku sendiri juga belum, karena orang tuaku juga
sama seperti mereka yang ikut menghinaku. Aku merasa tidak sakit jika orang tua
menghinaku, karena aku sangat sayang pada orang tua. Walau pun terkadang aku
marah karena ucapannya aku tidak membalas ucapannya. Bagiku balasan sebuah
ucapan hanyamenimbulkan masalah. Aku hanya membalasnya dengan rasa sayang,
karena kata dia suatu saat nanti mereka juga ikut membalas rasa sayangnya
untukku.. aku tidak tau bila tidak ada pacarku, pasti aku akan terus terpuruk
akan semua masalah. Aku sangat inget kata sahabatku intan bilang “yang kemaren
adalah pengalaman, dan sekarang seterusnya itu adalah kamu, jadikan semua itu
lebih baik lagi dan tidak terulang lagi. Bila perluh nanti buktikan sama semua
orang bahwa kamu itu bisa” aku pun tersenyum..
slalu tersenyumlah evha :-)
BalasHapus